Suami ku tdk cakep, standar dan biasa saja. 
Aku juga sadar bahwa dia biasa, tapi tidak buruk dan kalau bersanding denganku maka aku nampak lebih rupawan dari dia.
Badannya besar dan agak gendut, kulitnya agak hitam, lebih bersih kulitku
namun aku sadar bahwa aku telah memilih dia dengan ikhlas dihatiku,
krn aku yang memilih, bukan dia yang memaksa, dan walau ia tidak cakep, namun aku mencintainya.

Dimataku dia tetap tidak tampan, namun aku nyaman bila melihat senyumannya.
suamiku tidak tampan, namun aku ingat, banyak sekali sumber daya alam yang buruk bahkan legam dan membuat tangan kotor namun tetap dicari, diburu dan dipertahankan orang,seperti batubara.

suamiku mungkin bukan emas, dia mungkin batubara, keberadaannya selalu menghangatkan hatiku dan selalu membuatku tidak merasakan resah.
Aku membayangkan bila aku menyimpan batubara satu kilo dirumahku dibandingkan dengan menyimpan emas satu kilo dirumahku, maka aku tidak akan dapat berjaga semalaman bila emas yang kusimpan.
Namun bila batubara yang ku simpan, aku masih punya izzah ada barang yang ku simpan yang cukup berharga, namun aku tetap dapat tidur nyenyak dengannya.
Bayangkan bila suamiku sangat tampan, mungkin aku tidak akan tenang membayangkan dia bekerja menggoda semua wanita yg dilihatnya, membayangkan dia sms-an dengan bekas pacar-pacarnya dulu, membayangkan mungkin dia bosan padaku.
Akh.. aku bersyukur suamiku tidak tampan sehingga aku bisa tidur nyenyak walau banyak nyamuk sekalipun.
suamiku tidak tampan, namun dia adalah suami terbaik untukku.
0 komentar :
Posting Komentar