Jumat, 15 Mei 2015

Bibir Manis Guru - Guru Ku

Aku tak pernah tahu apa yang sebenarnya ada di benak Ibuku.
Aku selalu di tuntut untuk menjadi juara kelas, meski banyak sekali keterbatasan yang aku miliki.
Aku tak memiliki buku yang bisa menunjang ku untuk menjadi juara.
Aku tak diijinkan ikut les tambahan karena memang Ibuku tak mampu membayar.
Aku tak memiliki banyak waktu untuk belajar, karena waktuku banyak ku gunakan untuk membantu Ibuku.

Ibu ku tak memiliki banyak uang, sehingga untuk menyekolahkan kami hanya bisa dilakukan disekolah swasta yang amat - amat murah.
saat teman - teman ku bisa sekolah di Sekolah Dasar Negri dengan biaya pendaftaran ratusan ribu rupiah, dengan semangat nya Ibu ku mengatakan " sekolah di AL - Jihad saja ya, lima ribu sudah dapat kaos olah raga pula..."
aku pun hanya mengangguk menyetujui nya tanpa sedikit pun penolakan dari ku.
meski pun begitu aku merasa sangat bahagia karena aku bisa sekolah.

Suatu hari Ibuku bercerita :
Guru-guru : " Oh ini toh ibunya Ninuk...., waduh Ibu dulu lulusan mana anak nya kok pinter sekali, pasti di rumah ibu sering ngajarin anak nya ya...( sambil menyium pipi Ibuku bergantian )"
Ibuku : " lho, njenengan ngertos saking pundi kok kulo sering ngajari yugo kulo...?, nopo larene nate crito teng njenengan...( artinya = lho anda tau dari mana kok tau kalo saya sering menghajar anak saya ?, apa anak saya pernah ngadu ke Buguru ? )
agak nyesek juga ibu dengar nya, dalam hati ibu hanya bisa bilang "awas ya, kalo sudah nyampai rumah ..."
Bu Guru : " maksud kulo..., panjenengan rumiyen sekolah e lulusan nopo kok yogane pinter sanget "

ibuku nampak bahagia mendapat pujian dan kecupan bibir yang sangat manis dari guru - guru ku....
dan saat itulah aku merasa senang sekaligus bahagia meski dalam segala keterbatasan aku bisa memberikan sedikit kebahagian pada Ibu ku tercinta.....


* Ibu aku sangat mencintai dan merindukan Mu.....